Apa Itu Overload Listrik?
Overload listrik adalah kondisi saat jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian melebihi kapasitas maksimal yang aman. Akibatnya, kabel atau panel kelistrikan tidak mampu menahan beban tersebut. Singkatnya, Anda seolah memaksa jalan sempit untuk dilewati oleh ribuan kendaraan sekaligus. Tentu saja, hal ini akan menimbulkan masalah kelistrikan yang serius.
Penyebab Utama Terjadinya Overload Listrik
Ada dua faktor utama yang memicu masalah kelebihan beban ini. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut.
Penggunaan Daya Secara Berlebihan
Pertama, menyalakan terlalu banyak alat berdaya tinggi secara bersamaan langsung memicu kelebihan beban. Misalnya, Anda menghidupkan sistem pendingin (AC sentral), mesin operasional, dan pompa air berkapasitas besar dalam satu waktu. Akibatnya, arus listrik melonjak tajam melewati batas aman instalasi gedung.
Kapasitas Komponen Tidak Sesuai
Kedua, Anda mungkin memakai kabel atau panel kelistrikan dengan ukuran yang lebih kecil dari kebutuhan daya alat. Padahal, mesin dan perangkat Anda membutuhkan suplai arus yang masif. Tentu saja, komponen kelistrikan yang kecil tidak akan sanggup mengalirkan arus listrik yang besar tersebut.
Bahaya Overload Listrik bagi Gedung dan Fasilitas Anda
Selanjutnya, kondisi ini tidak boleh Anda anggap remeh. Bahkan, overload bisa memicu kerugian fatal bagi fasilitas komersial atau bangunan Anda.
Saklar MCB Sering Trip (Mati Otomatis)
Pada tahap awal, saklar pemutus arus atau MCB (Miniature Circuit Breaker) akan sering mati otomatis. Sebenarnya, ini adalah sistem keamanan untuk memutus aliran arus sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
Kabel Menjadi Panas dan Meleleh
Selanjutnya, suhu kabel akan meningkat drastis jika arus terus memaksa masuk. Akibatnya, lapisan pelindung kabel pelan-pelan meleleh dan mengekspos kawat tembaga bertegangan di dalamnya.
Risiko Kebakaran yang Mengancam
Paling parah, kabel yang meleleh tersebut akan memicu percikan api. Tentu saja, percikan ini sangat membahayakan gedung atau fasilitas Anda karena dapat memicu kebakaran besar dengan cepat.
Cara Mengatasi Overload Listrik dengan Aman
Namun, Anda tidak perlu panik saat hal ini terjadi. Anda bisa mengikuti langkah-langkah mudah berikut ini untuk mengatasi masalah tersebut secara mandiri.
Matikan Alat yang Tidak Perlu
Pertama, segera hentikan penggunaan sebagian alat elektronik. Anda harus mematikan mesin, AC, atau perangkat berdaya tinggi yang sedang tidak mendesak. Dengan demikian, beban kelistrikan akan langsung menurun secara signifikan.
Cabut Colokan dari Stopkontak
Selanjutnya, lepas steker atau colokan dari stopkontak. Sekadar mematikan tombol power terkadang belum cukup. Oleh karena itu, mencabut colokan memastikan alat benar-benar berhenti menyedot arus listrik sisa.
Nyalakan Kembali Saklar MCB
Setelah Anda berhasil mengurangi beban listrik, barulah Anda bisa menyalakan MCB kembali. Silakan kembalikan posisi saklar pada MCB ke posisi ‘ON’ atau menyala. Akhirnya, aliran listrik di gedung Anda akan kembali normal dan aman.